Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2022

 PPDB MI RAUDLATUL ATFAL 2022

Informasi Pendaftaran 
Pendaftaran Peserta Didik Baru
MI RAUDLATUL ATFAL NONGKOSAWIT
Tahun Pelajaran  2022/2023



بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala , yang telah melimpahkan rahmat taufiq dan hidayah-Nya kepada kita.
Dalam rangka Penerimaan Pesera Didik Baru (PPDB) MI Raudlatul Atfal Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tahun Pelajaran 2022/2023
Dengan ini kami sampaikan kepada orang tua / wali murid yang memiliki putra dan putri atau saudara yang berencana akan melanjutkan sekolah di MI Raudlatul Atfal Nongkosawit, 
Pendaftaran siswa baru dapat dilakukan dengan :
  1. Orangtua / Wali Murid datang langsung ke MI Raudlatul Atfal Nongkosawit
  2. PPPDB dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir online melalui link  dibawah ini :

https://forms.gle/t6sAzi5RRzWeUfJY9

adapun persyaratan yang lain :
  1. Fotocopy Akte Kelahiran
  2. Fotocopy Kartu Keluarga
  3. Fotocopy KTP Orangtua
  4. Fotocopy kartu KIM/KIP/KPS/PKH (Yang Mempunyai)
bisa diserahkan pada saat hari awal masuk sekolah
Demikian infromasi yang bisa kami sampaikan , atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terimakasih .

Sabtu, 01 Juni 2013

Manajemen Kepemimpinan


MANAJEMEN/   KEPEMIMPINAN
Keberhasilan sebuah kepemimpinan  sangat ditentukan oleh beberapa unsur antara lain :
  1. tujuan kepemimpinan
  2. individu yang mempengaruhi kelompok/ lembaga ( pemimpin )
  3. individu yang dipengaruhi, dikoordinasi dan digerakkan
  4. proses interaksi antara pemimpin dengan yang dipimpin
  5. situasi berlangsungnya kepemimpinan

Ø  TIPE/ GAYA KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
Pada dasarnya seorang pemimpin memang harus memiliki pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan dalam melaksanakan kepemimpinannya. Ada beberapa gaya kepemimpinan , antara lain :
1.       Kepemimpinan Otokratis
Ialah kepemimpinan yang didasari pada kekuasaan dan paksaan yang mutlak harus dipatuhi oleh anggota-anggotanya ( diktator/ kekuasaan absolut ).

2.       Kepemimpinan Laissez Faire
Yaitu semua pekerjaan dan tanggungjawab dilakukan oleh bawahan, dalam arti pemimpin yang membiarkan bawahan berbuat semaunya sendiri. Pemimpin hanya sebagai simbol saja.

3.       Kepemimpinan Kharismatik
Ialah pemimpin yang mempunyai kekuatan energi, daya tarik yang luar biasa yang akan diikuti oleh bawahannya dengan tulus tanpa alas an yang jelas.

4.       Kepemimpinan Militerisme
Yaitu dengan menggunakan sistim perintah atau komando dari atasan kepada bawahan yang bersifat keras dan otoriter dan menghendaki kepatuhan penuh.

5.       Kepemimpinan Paternalistik
Ialah kepemimpinan yang selalu melindungi bawahan sebagai seorang bapak yang penuh kasih sayang , tetapi kurang memberikan inisiatif kepada bawahan.

6.       Kepemimpinan Populistis
Yaitu pemimpin yang mampu menjadi pemimpin rakyat, tetapi berpegang pada nilai-nilai tradisional.

7.       Kepemimpinan Administratif
Ialah pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administratife secara efektif, sehingga secara teknis dan manajemen akan berkembang.

8.       Kepemimpinan Demokratis
Ialah kepemimpinan yang berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan pada pengikutnya, dengan dilandasi rasa tanggungjawab dan kerjasama yang baik antara pemimpin dengan bawahan, maupun antara bawahan dengan bawahan.


Ø  KETRAMPILAN KEPEMIMPINAN
a.       Technical Skill
Berarti suatu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Yakni kemampuan yang pada akhirnya digunakan untuk melakukan pengawasan terhadap pekerjaan bawahannya.

b.       Human Skill
Yaitu kemampuan untuk bekerjasama dan membangun tim kerja bersama.

c.       Conceptual Skill
Ialah pemimpin yang mampu berpikir dan mengungkapkan pemikirannya dalam bentuk model/ kerangka kerja/ konsep untuk memudahkan pekerjaan.

Ø  SIFAT-SIFAT KEPEMIMPINAN

a.  Sifat  seorang pemimpin menurut Ki Hajar Dewantoro :
1.       Ing Ngarso Sung Tulodo :  dapat menjadi contoh/ diteladani
2.       Ing Madyo Mangun Karso :  mengayomi dan menyejahterakan
3.       Tut Wuri Handayani :  selalu memberi motivasi kearah kemajuan dan
                                              pembaharuan

b.  Sifat-sifat secara Umum meliputi :
1.       Memiliki kematangan agama/ spiritual, mental dan social
2.       Rendah hati dan sederhana
3.       Memiliki Kewibawaan dan keunggulan
4.       Bersifat suka menolong
5.       Sabar dan memiliki kestabilan emosi
6.       Percaya pada diri sendiri
7.       Jujur, adil dan dapat dipercaya
8.       Memiliki keahlian dalam jabatan
9.       Disiplin kuat dan penuh tanggung jawab
10.   Mempunyai kemampuan teknis memimpin
-                     berkomunikasi efektif
-                     menyusun rencana kegiatan
-                     melaksanakan, mengawasi dan meneliti kegiatan
-                     mengatur pembagian tugas secara tepat dan adil
-                     mampu membuat keoutusan secara cepat dan tepat


c.  Kepemimpinan Rosululloh SAW
a.       Shidiq          :  berlaku benar,  jujur, dan adil serta disiplin
b.       Amanah       :  melaksanakan dengan penuh tanggungjawab
c.       Fathonah      :  dipercaya bawahan dan atasan
d.      Tablegh        :  pandai mendelegasikan dan mengarahkan


Ø  KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL
adalah kepemimpinan yang selalu mengilhami dan memotivasi anak buah untuk  berbuat lebih dari yang diharapkan.
è  Ciri Pemimpin Transformasional antara lain :
1.      Karisma yang diikuti oleh bawahannya .
2.      dapat memberi inspirasi dan menjadi inspirasi bawahannya
3.      peduli terhadap bawahannya secara personal/ individual
4.      mampu menstimulasi pemikiran dan ide-ide bawahannya.

è  Implementasi Kepemimpian Ideal :
1.       Kharismatik dan berwibawa
2.       Dihormati dan dicintai
3.       Sumber keteladanan
4.       Menjadi guru dan sahabat
5.       Mudah memahami kondisi ( mental maupun spiritual )
6.       Bersikap arif
7.       Saling beramanah
8.       Melindungi bersama

Senin, 22 April 2013

Sejarah Singkat R.A. Kartini



Sejarah Singkat
“RADEN AJENG KARTINI”

April 21, 2013 by Chambali in Artikel, miraudlatulatfal.blogspot.com

Hari Kartini, begitulah kebanyakan dari kita menyebutnya. Hari yang biasanya diperingati oleh kebanyakan kaum perempuan. Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini setelah Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan tanggal 21 April merupakan tanggal dimana memperingati Hari Kartini.
Raden Ajeng Kartini dilahirkan di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Beliau adalah Putri dari seorang Bupati Jepara pada waktu itu, yaitu Raden Mas Adipati Sastrodiningrat. Dan merupakan cucu dari Bupati Demak, yaitu Tjondronegoro. Pada waktu itu kelahiran Raden Ajeng Kartini, nasib kaum wanita penuh dengan kegelapan, kehampaan, dari segala harapan, ketiadaan dalam segala perjuangan, dan tidak boleh lebih dari kaum laki-laki, dan bertugas tidak lain dari yang telah ditentukan secara alamiah, yaitu mengurus dan mengatur rumah tangga saja, kaum wanita telah dirampas dan diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia.
Daya berpikir kaum wanita tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya, kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya untuk melebihi dari apa yang diterimanya dari alam. Karena kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk belajar membaca, menulis dan sebagainya. Dengan kata lain kaum wanita hanya mempunyai kewajiban tetapi tidak mempunyai hak sama sekali.
Raden Ajeng Kartini yang telah meningkat dewasa pada waktu itu, tidak dapat melihat kenyataan ini meskipun beliau dilahirkan didalam lingkungan ditengah-tengah kebangsawanan atau keningratan yang pada waktu itu mempunyai taraf kehidupan sosial yang sangat berbeda dengan masyarakat banyak yang hidup didalam lingkungan kehidupan adat yang sangat mengekang kebebasan tetapi beliau tidak segan-segan turun kebawah bergaul dengan masyarakat biasa, untuk mengembangkan ide dan cita-citanya yang hendak merombak status sosial kaum wanita, dan cara-cara kehidupan dalam masyarakat dengan semboyan : “Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan kita yang sesuai dengan keperluan serta kebutuhan kita sebagai kaum wanita dan harus mendapat pendidikan yang cukup seperti halnya kaum laki-laki”.
Dalam kondisi aturan-aturan adat pada saat itu, Raden Ajeng Kartini berusaha untuk mendapat kesempatan bisa melanjutkan pendidikannya yang setara dengan pendidikan kaum penjajah dan bangsawan yang umumnya hanya dapat dilakukan oleh kaum laki-laki pada waktu itu, beliau sempat mempelajari kegiatan-kegiatan kewanitaan lainnya.
Dengan pengetahuan serta pengalaman yang didapatnya, Raden Ajeng Kartini secara berangsur-angsur dan setahap demi setahap tapi pasti berusaha menambah kehidupan yang layak bagi seorang kaum wanita.
Perkawinan Raden Ajeng Kartini pada tahun 1903 dengan Raden Adipati Joyoningrat Bupati Rembang mengharuskan beliau mengikuti suami, dan di daerah inilah beliau dengan gigih meningkatkan kegiatannya dalam dunia pendidikan. Peranan Suami, dalam usaha Raden Ajeng Kartini Meningkatkan perjuangan sangat menentukan pula karena dengan dorongan dan bantuan suaminyalah beliau dapat mendirikan sekolah kepandaian putri dan disanalah beliau mengajarkan tentang kegiatan wanita, seperti belajar jahit menjahit serta kepandaian putri lainnya.
Usaha-usaha Raden Ajeng Kartini dalam meningkatkan kecerdasan untuk bangsa indonesia dan khususnya kaum wanita, melalui sarana-sarana pendidikan dengan tidak memandang tingkat dan derajat, apakah itu bangsawan atau rakyat biasa. Semuanya mempunyai hak yang sama dalam segala hal, bukan itu saja karya-karya beliau, persamaan hak antara kaum laki-laki dan kaum wanita tidak boleh ada perbedaan. Beliau juga mempunyai keyakinan bahwa kecerdasan rakyat untuk berpikir, tidak akan maju jika kaum wanita ketinggalan.
Inilah perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah berhasil menampakkan kaum wanita ditempat yang layak, yang mengangkat derajat wanita dari tempat gelap ketempat yang terang benderang. sesuai dengan karya tulis beliau yang terkenal, yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
·         Buku atau karya lain Ibu Kartini yang diterbitkan yaitu :
·         Surat-surat Kartini, Renungan tentang dan untuk bangsanya
·         Letters from Kartini, An Indonesia Feminist 1900-1904
·         Panggil Aku Kartini saja
·         Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon Mandiri dan Suaminya
·         Aku Mau... Feminsme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903
Di Negeri Belanda Nama R.A. Kartini sewaktu jamanya juga cukup dikenal, dan untuk mengenang Ibu Kartini, nama R.A. Kartini digunakan sebagai nama jalan di beberapa tempat di negeri Belanda dengan nama Jalan R.A. Kartini atau Kartinistraat.
Raden Ajeng Kartini meninggal dunia dalam usia 25 tahun, beliau pergi meninggalkan Bangsa Indonesia dalam usia yang relatif muda, yang masih penuh dengan cita-cita perjuangan dan daya kreasi yang melimpah.
Tetapi perjuangan serta cita-cita beliau tetap berkumandang dan berkembang, terbukti dalam masa pembangunan sekarang ini tidak sedikit kaum wanita yang memegang peranan penting, baik dalam pemerintahan dalam bidang swasta sesuai dengan profesi masing-masing.
Demikianlah pengungkapan kembali sejarah perjuangan Raden Ajeng Kartini, semoga peringatan kali ini membawa manfaat dan membulatkan tekad kita bersama dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara yang sangat kita cintai ini, dan kita dapat memetik buahnya serta butir-butir perjuangan beliau demi kelanjutan perjuangan bangsa indonesia umumnya dan perjuangan wanita khususnya.
Sekedar untuk berbagi pengetahuan saja. apalagi bertepatan dengan memperingati Hari Kartini pada bulan ini, atau tepatnya pada tanggal 21 April 2013.
Dan untuk info lebih lanjut silahkan berjunkung ke sumber aslinya.
SEMOGA BERMANFAAT !!!

Minggu, 16 Desember 2012

Kurikulum 2013 

Tidak Menghapus Mata Pelajaran

     Ada kekhawatiran pada masyarakat jika Kurikulum 2013 diterapkan akan ada penghapusan beberapa mata pelajaran. Kekhawatiran ini dijawab Mendikbud Mohammad Nuh, bahwa tidak ada penghapusan mata pelajaran, yang ada hanya pengintegrasian mata pelajaran.
Mata pelajaran IPA dan IPS di sekolah dasar (SD) diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Pengintegrasian ini dilakukan karena penting, serta menyesuaikan zaman yang terus mengalami perkembangan pesat.
      Hadirnya kurikulum baru bukan berarti kurikulum lama tidak bagus. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Pergeseran paradigma belajar abad 21 dan kerangka kompetensi abad 21 menjadi pijakan di dalam pengembangan kurikulum 2013.
iklan3-gbr1
iklan3-gbr2
     Gambar 1 dan gambar 2 menunjukkan kerangka komptensi abad 21 yang menjadi dasar di dalam pengembangan kurikulum 2013.
iklan3-gbr3
iklan3-gbr4
iklan3-gbr5
     Ada empat standar dalam kurikulum yang mengalami perubahan, meliputi standar kompetensi lulusan, proses, isi, dan standar penilaian. Terhadap perubahan itulah maka rumusan standar kelulusan (SKL) pun berubah. Gambar 3 menunjukkan ruang lingkup SKL. Sedang gambar 4 dan gambar 5 berturut-turut tentang SKL Rinci dan SKL Ringkas.


Sumber : http://kemdiknas.go.id/kemdikbud/uji-publik-kurikulum-2013-3

Sabtu, 15 Desember 2012

Pendidikan Karakter 01

Kisah Raket Yang Rusak

Kisah Raket Yang Rusak
Seorang anak laki-laki kecil tanpa sengaja merusakkan raket milik ayahnya. Karena takut, ia menyembunyikan raket itu di bawah tempat tidur dalam kamarnya.
Setiap kali ayahnya memasuki kamar, hatinya ketakutan. Ia sengaja duduk di atas tempat tidur, khawatir sang ayah mengangkat tempat tidur kemudian menemukan raket yang ia rusakkan. Karena itulah ia selalu berusaha memindahkan raket yang ia rusakkan ke tempat lain sesering mungkin, dengan harapan sang ayah tidak akan dapat menemukannya.
Sejauh ini semuanya selalu bisa diatasi dengan baik. Kesalahannya tetap tertutup rapat-rapat di depan ayahnya. Namun, selama itu pula hatinya tidak tenang. Setiap saat rasa bersalah muncul dan menghakiminya. Kemana pun ia pergi, hatinya selalu tertuju kepada raket sang ayah yang pernah ia rusakkan.
Semakin sering ia memindahkan raket yang ia rusakkan, ia semakin gelisah, karena itu berarti semakin sedikit tempat yang memungkinkan ia menyembunyikan raket rusak itu. Dalam ketertekanannya, akhirnya ia mengambil raket rusak itu, membawanya di tangan kanannya, kemudian mendatangi ayahnya dengan takut.
Setelah berada di depan ayahnya, ia pun berkata sambil menunjukkan raket rusaknya, “ayah, maafkan aku karena telah merusakkan raket ayah, aku siap untuk dihukum.”
Mendengar pengakuan anaknya, sang ayah membungkuk dan berkata, “nak, ayah sudah tahu semua itu dari minggu lalu, ayah hanya menunggu kamu mempunyai keberanian untuk mengakuinya. Sekarang ayah hendak berkata kepadamu bahwa ayah memaafkanmu.”
Kalimat terakhir dari sang ayah benar-benar membuat sang anak lega dan merasa bebas. Mengakui kesalahan adalah awal dari sebuah perbuatan besar, dan mempertanggungjawabkan kesalahan adalah langkah menuju kebahagiaan.

Rabu, 12 Desember 2012

Kurikulum Barun Untuk Siapa?

KURIKULUM BARU UNTUK SIAPA ???

 


JAKARTA, KOMPAS.com - Meski banyak dihantam penolakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetap akan melanjutkan proses perubahan kurikulum yang akan digunakan pada 2013 mendatang. Pihak kementerian merasa bahwa perubahan kurikulum ini akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengatakan bahwa sasaran dari kurikulum pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini tidak jelas. Pasalnya, jika perubahan kurikulum ini diperuntukkan bagi guru dan murid maka semestinya guru dilibatkan dalam pembahasan dan ada uji coba lapangan bukan sekadar uji publik.

"Kurikulum ini untuk kepentingan siapa sebenarnya? Guru cenderung dirugikan dengan kurikulum baru ini. Murid juga sama saja," kata Retno, saat dihubungi, Jumat (7/12/2012).

Ia menambahkan bahwa saat ini banyak guru yang cemas dengan adanya perubahan kurikulum ini. Para guru ini khawatir kehilangan pekerjaannya karena ada mata pelajaran yang kemudian dilebur dengan mata pelajaran lain. Salah satu contohnya adalah guru Teknologi Informasi dan Komunikasi.

"Kalau guru SD sistemnya masih guru kelas. Kalau yang sudah berdiri sendiri seperti guru-guru TIK? Ini mereka sudah mulai was-was tentang nasibnya," ujar Retno.

Sementara untuk anak-anak didik, penambahan jam pelajaran khususnya untuk anak Sekolah Dasar (SD) semestinya diikuti dengan penambahan fasilitas seperti adanya jaminan makanan siang. Ini untuk mencegah anak-anak mengkonsumsi makanan tak bergizi yang dapat mempengaruhi perkembangan otak.

"Seperti di Eropa, waktu di sekolah memang lama. Tapi dari segala aspek termasuk makan itu diperhatikan. Kalau di Indonesia tidak seperti itu, anak-anak ini akan jajan di luar yang jelas tidak sehat," ujar Retno.

Tidak hanya itu, kondisi anak-anak di tiap daerah juga berbeda. Semestinya uji publik yang dilakukan saat ini menjangkau juga daerah-daerah terpencil. Selain uji publik, uji coba juga perlu dilakukan untuk melihat apakah kurikulum tersebut sesuai diterapkan di daerah tersebut.

"Kondisi daerah ini kan berbeda. Jangan samakan semua dengan yang di kota. Anak-anak di daerah, kadang untuk sekolah saja harus bertaruh nyawa melewati sungai yang deras dan sering tidak sarapan," ungkap Retno.

"Ini jam pelajarannya ditambah dan gurunya tidak dibekali dengan persiapan yang baik. Di daerah apalagi yang terpencil belum tentu bisa. Lalu kurikulum ini buat yang di kota dan kaya saja?" imbuhnya.

Ia juga berpendapat bahwa untuk di kota pun, kurikulum ini juga tidak bisa begitu saja diterapkan. Dalam standar proses, anak-anak diminta untuk mengobservasi ke lapangan langsung terkait tema yang sedang dibahas pada saat itu. Hal ini pasti akan menemui banyak kendala saat implementasi jika tidak dilakukan uji coba.

"Contoh misalnya anak-anak diajak observasi ke pasar. Bayangkan saja perjalanan di Jakarta macet. Kemudian ke pasar yang situasinya ramai dan padat, guru hanya satu mengawasi. Ini sulit sekali. Jadi sebenarnya ini buat siapa kurikulum," tandasnya.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/07/15590595/Kurikulum.Baru.untuk.Siapa

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) 2026/2027

MIS Raudlatul Atfal Nongkosawit Tahun Pelajaran 2026/2027 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, ...